Hujan Asam (Acid Rain): Pengertian, Proses Terjadi, Dampak, dan Solusi Pencegahannya
Hujan menjadi sumber air yang penting apabila sumber air bersih lainnya seperti sungai, danau, atau sumur tidak bisa digunakan. Selain itu, hujan juga sangat bermanfaat bagi lahan pertanian, industri, sampai untuk pembangkit tenaga listrik. Air hujan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi maupun kepentingan bersama. Namun, ada air hujan yang patut diwaspadai keberadaannya, yaitu hujan asam. Apa sih yang dimaksud hujan asam? Hujan asam merupakan fenomena alam yang normal. Namun, hujan asam justru mendatangkan banyak dampak negatif. Lantas, apa itu hujan asam? Berikut penjelasannya.
Pengertian Hujan Asam
Hujan asam adalah proses hujan yang di dalamnya mencakup komponen asam yang mengendap. Hujan asam diartikan sebagai segala macam hujan dengan pH rendah sekitar 4,2-4,4 yang bersifat korosif atau dapat mengikis partikel lain. Asam yang dihasilkan bisa berasal dari banyak hal yang bisa menghasilkan gas-gas terntentu dan jika bereaksi dengan atmosfer akan menghasilkan zat-zat asam yang akan turun lagi ke bumi. Hujan asam portama kali diperkenalkan oleh Angus Smith ketika ia menulis tentang polusi industri di Inggris. Hujan secara alami bersifat asam karena Karbon Dioksida (CO2) di udara yang larut dengan air hujan memiliki bentuk sebagai asam lemah. jenis asam dalam hujan ini sangat bermanfaat karena membantu melarutkan mineral dalam tanah yang dibutuhkan oleh tumbuhan dan binatang.
Proses Terjadinya Hujan Asam
Hujan asam disebabkan oleh belerang (sulfur) yang merupakan pengotor dalam bahan bakar fosil serta nitrogen di udara yang bereaksi dengan oksigen membentuk sulfur dioksida dan nitrogen oksida. Zat-zat ini berdifusi ke atmosfer dan bereaksi dengan air untuk membentuk asam sulfat dan asam nitrat yang mudah larut sehingga jatuh bersama air hujan.
1. Pertama ada proses penguapan, nah penguapan ini bisa berasal dari aktivitas alam seperti akibat letusan gunung berapi dan juga aktivitas manusia seperti pengolahan pabrik, asap kendaraan bermotor, Pembangkit Tenaga Listrik, dan lain-lain. Gas asam yang dihasilkan di bumi seperti SO2, NOx, yang akan bereaksi dengan air dan udara akan naik ke atmosfer.
2. Gas asam yang dihasilkan di bumi tersebut akan diawa ke atas oleh angin, dan
3. Karbon dioksida (CO2), karbon monoksida (CO), nitrogen oksida (NO2), dan sulfur oksida (SO2) lepas ke udara bebas dan menempel di awan kemudian gas-gas buangan tersebut bereaksi membentuk asam sulfat (H2SO4) dan asam nitrat (HNO3). Berikut adalah reaksi kimianya:
Gambar reaksi kimia terjadinya hujan asam
4. asam sulfat (H2SO4) dan asam nitrat (HNO3) secara hidrologis akan turun lagi ke bumi dan terjadilah hujan asam.
Gambar proses terjadinya hujan asam
Berikut adalah video proses terjadinya hujan asam:
Dampak Hujan Asam
Pada dasarnya hujan asam akan memberikan pengaruh pada daerah yang terkena seperti tanah di daerah hutan ataupun persawahan, air, pabrik, atau mesin industri serta bahan-bahan material lainnya. Endapan asam mempengaruhi tanah, air, berbagai makhluk hidup, dan juga tanam-tanaman, sehingga lingkungan di tanah dan air yang berupa makhluk hidup (biotik) akan terpengaruh oleh adanya keasaman di lingkungan hidupnya. Berikut adalah dampak akibat terjadinya hujan asam:
1. Zat-zat asam dalam hujan itu akan merusak nutrisi tanah dan mengakibatkan hilangnya nutrisi pada tumbuhan.
hujan asam memiliki sifat yang asam. Saat hujan tersebut turun ke permukaan bumi, air asam itu membasuh tumbuhan dan memengaruhi tanah di sekitarnya. Asam dari hujan itu dapat mengakibatkan lingkungan kekurangan mineral, kalsium, serta magnesium. Air asam yang menyentuh tumbuhan bisa mengikis jaringan epidermis, utamanya di bagian kloroplas daun sehingga kemampuan fotosintesis tumbuhan tersebut jadi berkurang. Selain itu, hujan asam juga dapat menyebabkan tanah kehilangan kandungan nutrisi serta mineralnya.
2. Ekosistem laut terganggu
Hujan asam bisa menimbulkan kematian ikan dalam jumlah besar. Polutan kiriman pabrik dan industri yang terbang terbawa angin, lantas menyebar ke daerah sekitarnya. Saat daerah pesisir menjadi lebih asam, hewan laut seperti bulu babi, karang, hingga beberapa jenis plankton akan mengalami kesulitan menciptakan exoskeleton.
3. Menyebabkan besi mudah berkarat
Endapan-endapan itu akan jatuh pada permukaan bangunan, lalu mengakibatkan permukaan bangunan tampak kotor. Selain itu, hujan asam juga mengandung asam sulfat dan asam nitrat. Asam sulfat dan asam nitrat merupakan asam kuat yang dapat melarutkan besi. Akibatnya, bangunan dan besi akan rusak karena terkena hujan asam. Ketika material terkena hujan asam, logam dapat mengalami korosi dan menjadi berkarat.
4. Hujan asam dapat menyebabkan berbagai macam penyakit
Partikel asam dalam hujan asam masuk ke dalam paru-paru, dan pada akhirnya menyebabkan berbagai macam gangguan pernapasan, di antaranya asma, bronkitis, emfisema, serta pneumonia. Tak hanya itu, partikel yang tidak terhirup juga bisa menyebabkan iritasi pada mata serta gangguan penglihatan. Partikel dari hujan asam yang berupa sulfur dioksida (SO2) dan nitrogen oksida (NOx) amat berbahaya apabila terpapar dalam jumlah besar atau dalam jangka panjang. Dalam sebuah penelitian, terungkap bahwa terdapat hubungan antara peningkatan paparan senyawa tersebut dengan penyakit jantung dan gangguan pernapasan, misalnya asma, batuk kering, dan iritasi tenggorokan.
Cara Mencegah Kerusakan Akibat Hujan Asam
Usaha untuk mengatasi masalah hujan asam saat ini sedang gencar dilaksanakan, karena adanya target program langit biru yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan atmosfer yang bersih dan sehat. Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah hujan asam adalah sebagai berikut:
1. Kurangi penggunaan kendaraan bermotor
Polusi udara banyak disebabkan oleh penggunaan kendaraan bermotor yang berlebihan, oleh karena itu kurangilah menggunakan kendaraan bermotor dan beralihlah ke transportasi umum untuk mengurangi polusi.
2. Terapkan 3R Secara Konsisten
Kerusakan akibat hujan asam tentu saja dapat dicegah. Pertama, lakukan 3R yaitu reuse, reduce, dan recycle.
• Reduce adalah cara mengurangi penggunaan bahan-bahan yang berpotensi menjadi sampah.
• Reuse adalah penggunaan kembali limbah B3,
• Recycle adalah mendaur ulang komponen yang dapat kembali bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari.
3. Gunakan energi listrik secukupnya
Risiko hujan asam juga dapat dikurangi dengan menghemat dan mengurangi penggunaan energi listrik. Beberapa hal yang bisa dilakukan antara lain misalnya menggunakan peralatan rumah tangga seperti lemari es, lampu, atau mesin cuci yang hemat energi. Jangan lupa untuk mematikan semua peralatan yang menggunakan listrik apabila tidak digunakan. Pilih kendaraan rendah emisi serta ramah lingkungan kalau misalnya kamu ingin punya kendaraan pribadi.
4. Perbanyak ruang terbuka hijau
Tumbuhan hijau akan menyaring banyak polusi lingkungan, lantas menggantinya dengan oksigen yang menyejukkan. Hutan yang menjadi salah satu komunitas biologi juga merupakan ruang terbuka hijau dengan kontribusi terbesar dalam kehidupan.


.jpeg)